Rabu, 10 Oktober 2012

Jangan lah menilai sesuatu karena prasangkaan mu sendiri tanpa disertai ilmu didalamnya...karena kemungkinan besar kau akan salah dalam menilai hal itu
assalamualaikum...alhamdulillah tadi saya belajar tentang tarikh islam, tentang Zaid bin Haritsah, dan tidak secara mendetail diterangkan kisah beliau... zaid bin Haritsah adalah anak laki-laki dari Haritsah, dikisahkan, saat beliau dan ibundanya (namanya agak susah jd lupa..hehe) pergi, mereka dihadang oleh kawanan perampok, dan nampaknya Zaid bin Haritsah tertangkap jga dan dijadikan hamba sahaya, yang akan dijual sebagai budak,, namun karena hal itu jga lah Zaid bin Haritsah dapat menjadi anak angkat Rasullullah SAW. Zaid bin Haritsah diberikan sebagai hibah kepada keluarga Rasulullah oleh seseorang (tidak disebutkan siapa2nya..hmm,,)... lalu Zaid bin Haritsah pun diangkat menjadi anak angkat Rasulullah, lalu saat Zaid bin Haritsah sudah mencapai umur yang siap menikah, Zaid bin Haritsah ditanya oleh Rasulullah, apakah Zaid bin Haritsah sudah memiliki calon untuk menjadi pendampingnya?.. dan Zaid bin Haritsah menjawab belum memiliki calon, lalu Rasulullah memberikan saran pada zaid yaitu zaenab binti ...(lupa...huhu,gx nyatet...balpennya gx ada)... dan Zaid bin Haritsah pun menyetujuinya, lalu Rasulullah pun datang melamar pada keluarga zaenab tersebut, saat ayahnya zaenab bertanya pada zaenab, ternyata zaenab pun menolak lamaran tersebut, why?...karena ternyata keegoan zaenab yang anak bangsawan quraish, merasa tidak level menikah dengan Zaid bin Haritsah yang dulunya seorang hamba sahaya... dan ayahnya dengan berat mengutarakan yang dikatakan oleh zaenab putrinya... setelah kejadian itu turunlah firman Allah (al-ahzab ayat 36) yang isinya adalah (intinya) janganlah seorang lelaki muslim dan wanita muslim menolak apa-apa yang telah ditetapkan oleh rasulullah dan Allah, terdengarlah ayat tersebut oleh ayah zaenab, lalu beliau berlari kerumahnya dan membicarakan dengan zaenab, n mereka pun akhirnya setuju, dan berlangsunglah pernikahan tersebut...karena zaenab tetap merasa tidak level dengan zaid akhirnya pernikahannya pun tidak membawa kenyamanan bagi tidak nyaman zaid, lalu zaid mengadukan pada rasulullah, rasulullah menyarankan untuk mempertahankannya, tapi zaid sudah sangat tidak nyaman, dan akhirnya cerailah zaenab dan zaid...lalu selepas masa idah zaenab, rasulullah pun menikahi zaenab...lalu kisah tersebut terdapat dalam al-ahzab ayat 37-38, dan akhirnya saya tahu, ternyata kisah tersebut banyak sekali isinya, yang tadinya saya pribadi aneh, kok pilihan nabi kayak miss gtu...tpi ternyata itulah alurnya untuk menerangkan : 1. kebiasaan arab jaman jahiliyah dulu bila anak angkatnya menikahi perempuan lalu cerai maka perempuan tersebut tidak boleh dinikahi kembali oleh ayah angkat dari pria yang menikahinya tadi. kenapa?..lihat yang ke 2. 2. tidak boleh seorang anak angkat dicap menjadi anak kandung itu sangat2 berbeda dalam hak warispun si anak angkat tidak berhak menerima waris, dan zaid tersebut tetaplah bernama zaid bin haritsah (haritsah, bapaknya) tidak berganti menjadi zaid bin muhammad, jadi kisah tersebut menerangkan boleh nikah dengan perempuan bekas anak angkat (tapi kata pa ustdz. muhammad (siapa gtu,lupa kepanjangannya,hehe) lebih baik disebut anak asuh, anak yang diasuh, bkan anak angkat, kesan nya teh anak yang diangkat oleh kita menjadi anak, tapi kalo anak asuh anak yang diasuh kita, sep2 kata lebih enak gtu jd, gx salah paham)... so, hikmah yang saya ambil secara pribadi diluar hal diatas, jangan lah berburuk sangka pada apa yang ditetapkan oleh allah dan rasul nya (al-ahzab:36) walau keliatan pertamanya menimbulkan pertanyaan "kok gtu, kok salah sih" ternyata sangat salah... karena kamu belum tahu akhirnya, jadi saat kamu ngerasa kok yang diberikan Allah begini sih tidak sesuai keinginan dan kapasitas saya...itu salah besar... kalau sesuatu terjadi walau tidak sesuai keinginan jalani lah dengan sepenuh hati..why?, cause that is your way to get closed to Allah (if you keep try to close with Allah), kalau kau mendekati Allah dengan berjalan maka Allah akan mendekatimu dengan berlari... so,, keep up your syukur, and your sabar pastinya tetep berusaha mendekati Allah dengan Takwa....and wait what will allah do for you (to make you Happy ever after).. Wassalamualaikum....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar